Minggu, 17 Mei 2009

Pembaringan Senja Episode II

Di pembaringan ini
Aku menunggu ajalku datang
Di Pembaringan ini
Aku kembali terbayang

Akan kenanganku
Kenangan yang tak pernah menjadi kenyataan
Kenangan yang bahkan tak pernah terukir
Kenangan yang bahkan hanya khayalan belaka

Kenanganku...
Selalu setia menemaniku di pembaringan ini
Selalu setia menemaniku di hari tuaku
Selalu setia menemaniku selamanya...

Salahkah diriku ini
Yang hidup hanya dengan kenangan_mu
Yang hidup hanya dengan bayangan_mu
Yang hidup hanya dengan khayalan_ku

Mungkin hidupku tak berarti
Tetapi menjadi berarti karena kenangan_mu

Malam telah datang...
Senja telah berlalu
Ketika fajar datang
Aku pergi...

Jangan menangis...
Aku telah lama terpenjara dalam pembaringan ini
Aku telah lama terpenjara dalam kenangan ini
Kini aku telah terbebas dari pembaringan_ku

Jangan menangis...
Terlalu sayang airmatamu
 untuk sekedar menangisi kepergianku
Engkau telah bahagia
Jadi...
Biarkan aku bahagia
Dengan terlepas dari pembaringan senjaku yang telah layu


Avicenna like me!

Ternyata kenyataan itu tak semanis permen coklat

16 Mei 2009
Aku menunggunya 8 tahun 2 bulan 1 minggu 3 hari.
Tetapi ternyata kenyataan itu tak semanis permen coklat

Aku menunggunya 8 tahun 2 bulan 1 minggu 3 hari.
Hanya untuk menerima bahwa kenyataan itu tak semanis permen coklat

Aku menunggunya 8 tahun 2 bulan 1 minggu 3 hari.
Di atas sebuah atap yang ku bangun dari puing sisa – sisa badai

Aku menunggunya 8 tahun 2 bulan 1 minggu 3 hari.
Di atas sebuah atap yang ku bangun dari puing sisa – sisa badai
masih di bawah guyuran hujan yang sama
masih di dalam hebatnya badai yang sama
masih menunggu
hanya untuk mengetahui bahwa kenyataan itu tak semanis permen coklat

Aku menunggunya 8 tahun 2 bulan 1 minggu 3 hari.
Telah mengakar rinduku
Dan telah berkarat cintaku
Keduanya melebur menjadi satu dalam cawan kehidupan
Hingga gairah dan hasrat memiliki telah sirna

Aku menunggunya 8 tahun 2 bulan 1 minggu 3 hari.
Sejak 6 Maret 2001 – 16 Mei 2009
Hanya untuk sebuah kenyataan yang ternyata tak semanis permen coklat

Ya...
Tak semanis permen coklat
Titik.

Rabu, 13 Mei 2009

Pembaringan Senja_ku

Ada sesuatu yang selama ini tak pernah kusadari
Ada sesuatu yang selama ini ku hindari
Ada sesuatu yang selama ini tak ingin kulewati
Ada sesuatu yang selama ini membuatku takut

aku menunggu...
tetap menunggu
mungkin hanya itu yang dapat aku lakukan
mungkin hanya itu

aku takut perasaan ini...
  menyakiti banyak orang
karena itu aku tak pernah mengakuinya
karena itu aku selalu menyembunyikannya
karena itu aku berusaha mengingkarinya

Agar tak ada seorang pun tahu
Agar tak ada seorang pun yang tersakiti
Agar tak ada seorang pun yang menangis
Agar tak ada seorang pun yang menderita

Aku berharap dunia mau menerima perasaanku
Aku berharap kelak ketakutanku hilang
Aku berharap ...
Aku berharap ...
Terus berharap...

Mungkin ketika saat itu tiba
Semua sudah terlambat...
Perasaan itu telah mati dan terkubur
Terkubur dalam lautan memori 
 tak pernah muncul ke permukaan

Di pembaringan senja ini
Aku melamunkan
Aku, kau, dan dia berjalan bersama
 di Taman yang indah
Aku, kau, dan dia bercengkerama
 di Beranda kebahagiaan

Tetapi...
Ketika matahari telah beranjak pulang
Senja sirna dan gelap pun datang
Dan akhirnya aku tahu
Lamunan itu tak akan pernah menjadi kenyataan...SELAMANYA
@vicenna_Pembaringan_Senja_2007

TAK KUTEMUKAN

Belum kutemukan, kawan!
Aku sudah mencarinya,,,
Di kolong jembatan bahkan di kolong tempat tidur
Di taman kota sampai taman depan sekolah
Di sungai-sungai sampai got dan parit-parit
Tetapi tak kutemukan, kawan!

Jika Peterpan dapat bertanya kepada malam
Jika Ebiet dapat bertanya pada rumput yang bergoyang
Aku bertanya pada siapa?
Tak ada yang mau beriku jawaban
Tak juga teman apalagi lawan,,,

Seharusnya aku tidak sendiri
Tetapi apa daya
Aku merasa sepi walau beribu orang di sekitarku
Tetapi apa daya
Aku merasa gaduh walau tak ada seorang pun di sekellilingku

Seharusnya aku tidak sendiri
Tetapi apa daya
Semua pergi
Semua punya kesibukan sendiri
Semua punya urusan sendiri

Seharusnya aku tidak sendiri
Tetapi aku tak punya teman
Tetapi aku tak punya kawan
Bahkan lawan pun enggan
Bahkan musuh pun menjauh

Seharusnya aku tidak sendiri
Tetapi pada kenyataannya
Aku sendiri
Dan aku menikmati kesendirianku
Dalam kekosongan
Hingga ku tak dapat menemukan

Ketidaktahuan bukanlah sebuah dosa, kawan!
Ketidaktahuan memang kelemahan ku
Ketidaktahuan memamg kekurangan ku
Tetapi aku menyadarinya
Tetapi aku mengakuinya
Tetapi aku tidak menyembunyikannya

Biar semua orang tahu akan kekuranganku
Biarlah………….
Kekurangan tak lantas harus ditutup-tutupi
Tetapi harus dihadapi 

Biarlah semua kawan
Biarlah semua teman
Biarlah semua sobat
Mencaci kelemahanku
Mempermasalahkan kekuranganku
Dan akhirnya pergi meninggalkanku
Tetap tak kutemukan

Apa yang kucari…..
Terserak di lorong-lorong gelap
Terserak di luasnya pelataran mayapada
Terserak antara timur dan barat
Utara dan selatan

Apa yang kucari…..
Bagai fatamorgana
Yang kemudian hilang
Kemudian muncul kembali

Aku mau berubah
Seperti ulat yang buruk rupa
Menjadi kupu-kupu yang cantik jelita
Tetapi itu membutuhkan waktu yang lama
Perubahan itu tak lantas semudah mengedipkan mata
Tak lantas semudah membalik telapak tangan
Tak lantas semudah menghembuskan nafas

Tetapi tak kutemukan
Tetap tak kutemukan
Tak kutemukan dalam kesendiriankku
Ataupun dalam kegaduhanku

Tak kutemukan, Kawan!

Avicenna_project

DEKLARASI TENTANG PENGHARGAAN TERHADAP DIRIKU SENDIRI

Bagaimana aku dapat mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupanku?

 Aku adalah aku.
 Diseluruh penjuru dunia ini, tak ada satu orang pun yang benar – benar tepat menyerupai aku. Ada orang – orang yang memiliki sejumlah bagian yang mirip dengan punyaku namun tak seorangpun yang seluruh bagiannya persis seperti aku. Karena itu, segala sesuatu yang keluar dariku adalah asli milikku karena aku sendirilah yang memilihnya.
 Aku memiliki segalanya dari diriku – tubuhku, termasuk segala sesuatu yang menyusunnya; pikiranku, termasuk semua wawasan dan gagasanku; mataku, termasuk citra – citra yang ditangkapnya; perasaanku, apapun bentuknya – kemarahan, kegembiraan, frustrasi, cinta kekecewaan, kegairahan – mulutku dan semua kata – kata yang keluar darinya – sopan, manis, atau kasar, benar atau salah; suaraku, keras atau lembut; dan semua tindakanku, entah terhadap orang – orang lain atau terhadap diriku sendiri.
 Aku memiliki fantasi – fantasi, impian – impian, harapan – harapan, dan ketakutan – ketakutanku sendiri.
 Aku memiliki semua kemenangan dan kesuksesan, seluruh kegagalan dan kekeliruanku.
 Karena aku memiliki seluruh diriku sendiri, aku dapat benar – benar mengenal diriku sendiri. Dengan demikian, aku dapat mencintai diriku sendiri dan bersikap bersahabat dengan semua bagianku. Aku selanjutnya dapat membuka kemungkinan bagi segenap diriku untuk bergerak demi keinginan – keinginanku yang tertinggi.
 Aku tahu bahwa ada segi – segi dari diriku sendiri yang membingungkanku dan segi – segi lain yang tidak aku ketahui. Namun sepanjang aku bersikap ramah serta mencintai diriku sendiri, aku dapat dengan penuh keberanian dan harapan mencari solusi – solusi bagi kebingungan – kebingungan itu berikut cara – cara untuk lebih memahami diriku sendiri.
 Bagaimanapun rupa dan suaraku, apapun yang aku lakukan dan kerjakan, serta apapun yang aku pikirkan dan rasakan pada suatu waktu, itu adalah aku. Itu otentik dan menampilkan sosokku dimana aku berada pada waktu itu.
 Ketika selanjutnya aku menelaah bagaimana panampilan suaraku, apa yang aku katakan dan lakukan, dan bagaimana aku berpikir dan merasakan, beberapa bagianku terlihat menjadi tidak pantas. Aku dapat membuang yang tidak pantas dan mempertahankan yang terlihat pantas, serta menemukan sesuatu yang baru untuk menggantikan yang aku buang.
 Aku dapat melihat, mendengar, merasakan, berpikir, bicara, dan bekerja. Aku mempunyai kelengkapan – kelengkapan untuk bertahan hidup, untuk dekat dengan orang – orang lain, untuk bekerja produktif, untuk memahami, dan menata dunia yang terdiri dari orang – orang dan hal – hal di luar diriku.
 Aku memiliki diriku sendiri dan karenanya aku dapat merekayasa diriku sendiri.
 Aku adalah aku dan aku merasa puas

“Virginia Satir”

Jumat, 24 April 2009

Tetralogi Kehidupan,,Sang Pengelana Mimpi

Ada sebuah cerita….kawan!!
Cerita tentang seseorang yang mencari jati diri
Pengelana mimpi
Ia menyebut dirinya

Setiap hari….kawan!!
Ketika matahari telah duduk di singgasana hari
Ia berjalan ke arah barat
Menenteng keranjang kehormatan
Berkumpul dengan para pejabat di bawah kolong langit

Setiap pagi….kawan!!
Ketika ia baru terjaga dari tidur panjangnya
Dengan piyama kedudukan
Ia duduk menghadap ke timur dengan menyilangkan kaki 
Sambil minum teh dari gelas kesengsaraan

Setiap siang….kawan!!
Ketika matahari menunjukkan kesombongannya
Ia memakai topi kejujuran
Berjalan angkuh ke arah selatan di jalan kebenaran
Dengan menghisap cerutu kebohongan

Setiap malam….kawan!!
Ia mengenakan jas kesetiaan
Ia akan pergi ke sebuah pesta
Bachelor Party….temanya
Tahukah kau….
Ia telah beristri empat

Ia begitu tenang
Begitu penuh wibawa
Begitu terhormat
Banyak orang menyanjungnya
Tahukah kau apa alasannya???
Ia menyebut dirinya
Pengelana Mimpi

Kenza_Yukata

Wajah itu

Wajah itu yang selalu tersenyum
Ketika aku bahagia
Ketika aku meraih prestasi gemilang

Wajah itu yang selalu terdiam
Ketika aku melakukan kesalahan
Ketika aku kalah dalam persaingan

Wajah itu yang selalu teduh
Ketika aku butuh tempat melepas peluh
Ketika aku duduk lelah tersimpuh

Wajah itu yang selalu ceria
Ketika aku pulang membawa berita
Ketika aku terkekeh bercerita

Wajah itu yang selalu bersahaja
Walau telah letih bekerja
Walau terlalu penat terjaga

Wajah itu….
Wajah cantik ibuku
Ya…ibuku yang ku sayang
Walau kadang aku nakal
Tetapi kau tetap sayang
Walau aku terkenal badung
Kasihmu tetap tak terbendung
Ibu…
I LOVE YOU

Sarang_ku, 24 April 2009_Avicenna